article 1

Secara teoritis harga mencerminkan semua informasi pasar yang tersedia. Sayangnya, tidak sesederhana itu. Pasar tidak hanya mencerminkan semua informasi yang ada di luar sana tetapi karena trader juga bertindak dengan cara yang sama. Tentu saja, itu bukan bagaimana segala sesuatu bekerja. Setiap trader memiliki pendapatnya sendiri atau penjelasan mengapa pasar bereaksi. Pasar hanya seperti Facebook, jaringan kompleks yang terdiri atas individu-individu.

Setiap trader mempunyai pikiran dan pendapat yang dinyatakan melalui posisi yang mereka ambil, membantu membentuk keseluruhan sentimen pasar. Masalahnya adalah bahwa sebagai trader, tidak peduli seberapa kuat perasaan Anda. Anda tidak dapat menggerakkan pasar ke arah yang diinginkan (kecuali jika Anda salah satu dari ‘GS’, George Soros atau Goldman Sachs). Bahkan jika Anda benar-benar percaya bahwa dolar akan naik, tetapi orang lain percaya akan turun, Anda tidak bisa melakukan apa-apa.

Sebagai trader, semua hal ini harus menjadi pertimbangan. Terserah Anda untuk mengukur bagaimana perasaan pasar, apakah itu bullish atau bearish, pada akhirnya terserah Anda untuk mengetahui bagaimana Anda ingin memasukkan sentimen pasar menjadi strategi trading. Dengan mampu mengukur sentimen pasar dapat menjadi alat yang penting.

Untuk melihat pengaruh sentimen pasar kita bisa mengambil contoh peristiwa yang terjadi pada bulan Agustus 2011, saat krisis eknomi melanda beberapa negara di kawasan Eropa, seperti Yunani, Italia, dan Inggris. Munculnya berita global ini ditanggapi oleh pasar beberapa saat setelah media massa mempublikasikannya. Saat itu perdagangan GBP/USD langsung merespon dan nilai mata uang Poundsterling merosot hingga ke level paling rendah sepanjang tahun 2011, yakni 1.5788 dan sebaliknya nilai dolar AS mengalami penguatan. Setelah terpuruk di level paling rendah selama beberapa pekan, nilai Poundsterling terdongkrak naik ke level lebih tinggi 1.6645 karena kebetulan AS juga mengalami masalah krisis utang yang menyebabkan USD melemah. Demikianlah reaksi pasar terhadap munculnya berita fundamental yang menyebabkan timbulnya sentimen pasar yang merupakan kumpulan dari opini para pelaku pasar.